Jumat, 15 Juni 2012

Bakti Sosial LSME FEB UB “Show your Care to All”



Pada tanggal 27 Mei 2012, LSME FEB UB mengadakan kegiatan bakti sosial ke Panti Asuhan Al- Kaaf di Desa Kemantren, Jabung, Kabupaten Malang. Bakti sosial ini adalah salah satu wujud kepedulian LSME FEB UB terhadap lingkungan sekitarnya, khususnya anak-anak yatim/piatu dan kaum dhuafa. Tujuan baksos tersebut adalah selain menjalankan program kerja departemen kewirausahaan juga untuk meningkatkan jiwa sosial antar anggota LSME.
            Rangkaian acara pertama dalam kegiatan bakti sosial tersebut adalah persiapan dan absensi panitia. Setelah persiapan selesai, dilanjutkan dengan pembukaan oleh Asmaul Janah selaku Ketua Umum LSME, kemudian sambutan dari Ketua Pelaksana Bakti Sosial LSME, Reza Afrizal, serta sambutan dari Ketua Yayasan Al-Kaaf.
            Acara selanjutnya adalah pembagian kelompok game, kelompok tersebut didampingi oleh supervisor dari LSME untuk menentukan ketua kelompok dan pembuatan yel-yel. Game ini bertujuan untuk menghibur adik–adik  di panti asuhan. Dalam game tersebut dibagi menjadi lima pos, pos pertama adalah game balon, pos kedua adalah game hulahop, pos ketiga adalah game karet tepung, pos keempat adalah game memasukkan paku dalam botol, dan pos terakhir adalah game sepak bola botol.
            Setelah sesi game selesai, dilanjutkan penyuluhan pada adik-adik panti asuhan mengenai cara mencuci tangan dan sikat gigi yang baik dan benar, serta penyuluhan mengenai bahaya dan penyebab penyakit cacingan yang dipresentasikan oleh mahasiswa dari Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya. Melalui kegiatan penyuluhan ini diharapkan seluruh peserta bakti sosial mempunyai kesadaran yang tinggi untuk selalu menjaga kebersihan, baik kebersihan diri sendiri maupun kebersihan lingkungan.
            Di akhir acara dilakukan penyerahan sumbangan oleh Ketua Pelaksana Bakti Sosial dan Ketua Umum LSME kepada Ketua Yayasan Al-Kaaf, kemudian ditutup dengan doa bersama. Dan di penghujung acara seluruh panitia beramah tamah dengan semua adik-adik panti asuhan, senyum keceriaan tampak menghiasi wajah  adik–adik  Panti Asuhan Al–Kaaf., dan diakhiri dengan foto bersama. Harapannya, semoga acara bakti sosial tersebut bermanfaat bagi seluruh pihak dan dapat terus dilaksanakan di tahun-tahun berikutnya.

Monitoring dan Evaluasi PKM DIKTI 2012



                Pada tanggal 7–9 Mei 2012, telah diadakan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) DIKTI 2012 di Universitas Brawijaya. Kegiatan tersebut diadakan di beberapa tempat, diantaranya Gedung Widyaloka, FEB, FIA, dll. Untuk mahasiswa FEB yang PKM-nya lolos pendanaan, berkesempatan untuk mengikuti Monev di FIA. Sebenarnya apakah Monev itu? Monev adalah kegiatan presentasi sebagai bentuk pertanggungjawaban dari para peserta atas laporan PKM yang telah mereka buat sebelumnya, yakni khusus untuk PKM yang lolos pendanaan dari DIKTI. Laporan tersebut terdiri dari laporan kemajuan, logbook, serta laporan keuangan dari kegiatan PKM yang telah dilaksanakan.
                Pada kesempatan kali ini para peserta yang PKM-nya lolos pendanaan dari DIKTI harus siap dalam mempresentasikan PKM mereka, terlebih lagi ketika diberi pertanyaan oleh juri, para peserta harus benar-benar menguasai isi PKM-nya dan tidak ragu dalam menjawab pertanyaan yang telah diberikan. Dalam presentasi tersebut, juri bebas untuk mengajukan pertanyaan atau tidak mengenai PKM peserta, karena presentasi tersebut berisi tentang laporan kemajuan para peserta atas kegiatan PKM yang telah mereka laksanakan. Untuk PKM yang telah lolos pendanaan, mayoritas berasal dari angkatan 2008, 2009 dan 2010. Harapannya, semoga untuk angkatan 2011 bisa berkiprah untuk menyumbangkan prestasi dalam kegiatan PKM di tahun depan, bahkan bisa mempresentasikan PKM-nya di Monev, supaya prestasi FEB bisa terus beregenerasi ke angkatan-angkatan selanjutnya.

Pekan Mahasiswa Wirausaha


 Pekan Mahasiswa Wirausaha (PMW) adalah suatu program yang diselenggarakan oleh Universitas Brawijaya yang ditujukan pada mahasiswa yang mempunyai rencana usaha atau ingin menjadi mahasiswa wirausaha. Program ini  ditujukan kepada mahasiswa yang telah menempuh minimal semester 4. Mahasiswa yang hendak mengikuti program ini wajib melaporkan rencana usahanya dalam bentuk business plan. Business plan yang dapat diajukan dalam PMW harus memenuhi beberapa persyaratan, yakni tidak boleh melanggar peraturan perundang-undangan, rencana bisnis yang diusulkan belaku untuk bisnis yang belum pernah dioperasikan, bukan dalam bentuk Multilevel Marketing (MLM), dan business plan yang diajukan harus bisa diaplikasikan di dunia nyata.
Alur dalam mengikuti program Ini diawali dengan pembuatan proposal usaha oleh kelompok mahasiswa. Selanjutnya proposal tersebut diajukan kepada dosen pembimbing yang dipilih. Setelah dikonsultasikan ke dosen pembimbing, proposal dapat dikumpulkan ke lembaga penelitian di fakultas masing-masing, kemudian mendapatkan persetujuan dari Pembantu Dekan bidang Kemahasiswaan, setelah itu dikumpulkan ke rektorat.
Dan pada tahun 2012 ini lebih dari 30 proposal dari mahasiswa FEB yang diajukan dan dikumpulkan di LSME FEB UB. Dari proposal tersebut banyak sekali macam usaha yang telah diajukan oleh mahasiswa, antara lain : usaha dalam bidang kuliner, distro pakaian, usaha pembuatan souvenir, dll.
Dengan mengikuti Pekan Mahasiswa Wirausaha (PMW) ini, pasti mempunyai segudang manfaat tentunya, diantaranya : menumbuhkan jiwa bisnis mahasiswa sehingga memiliki keberanian untuk memulai usaha didukung dengan pemberian modal serta  diberikan pendampingan secara terpadu, memberikan kesempatan langsung untuk terlibat dalam UKM dan mengasah jiwa wirausaha, mempererat hubungan antar UKM dan dunia kampus, memberikan kesempatan untuk meningkatkan softskill mahasiswa dengan terlibat langsung dalam dunia nyata, serta memungkinkan untuk penyesuaian kurikulum yang lebih aplikatif pada dunia wirausaha. Tertarik?

RESEARCH



Kegiatan pelatihan proposal penelitian yang merupakan awal rangkaian kegiatan RESEARH dilaksanakan pada 4 Juni 2012. Acara yang diikuti 60 peserta yang tergabung dalam 20 tim tersebut dimulai pukul 08.00 hingga 13.00.
Dalam sambutannya, Elis Nur Rohma selaku Ketua Pelaksana menyampaikan bahwa RESEARCH adalah rangkaian acara yang dimulai dari pelatihan penyusunan proposal, dilanjutkan dengan pengumpulan proposal oleh peserta, pendanaan penelitian, serta presentasi laporan penelitian. Ketua Umum LSME, Asmaul Janah memberikan apresiasinya kepada peserta pelatihan yang memiliki niatan yang besar untuk menulis. Bapak Setyo Tri Wahyudi sebagai wakil dari Pembantu Dekan III menyampaikan bahwa jumlah mahasiswa FEB UB yang mengikuti lomba kepenulisan PKM tiap tahunnya semakin menurun, sehingga dengan adanya kegiatan RESEARCH ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan kemampuan mahasiswa tentang pentingnya menulis.
Penyampaian materi dibagi menjadi dua sesi. Pemateri pertama yakni Bapak Ferry Prasetya, menyampaikan materi brainstorming ide dan metode penelitan kuantitatif. Dalam uraiannya dapat disimpulkan bahwa titik awal penelitian adalah mencari masalah dan menemukan jawabannya sekaligus. Penelitian kuantitatif adalah penelitian yang terukur hasilnya. Teknik pengumpulan data bisa dilakukan melalui experimental research, survey research, dan nonreactive research. Sedangkan teknik pengambilan sampel bisa dengan random atau non random. 
Pemateri kedua yaitu Ibu Asfi Manzilati yang memberikan materi metode penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif dipilih ketika tujuan utama sebuah penelitian adalah untuk menggali dan menjelaskan perilaku sedangkan kata-kata yang pantas untuk dikomunikasikan dengan responden tidak tersedia. Pengambilan sampel dalam metode kualitatif adalah mencari typical case, bukan jumlah responden yang besar. Teknik yang dipakai bukan random sampling tetapi ‘suitable cases’ – purposive sampling. Pengambilan data bukan hanya dilakukan dengan membagikan kuesioner tetapi dengan observasi dan wawancara langsung.
Sesi yang ketiga yaitu sharing motivasi kepenulisan yang diberikan oleh Yeni Kornitasari dan Dwi Ardi Sugiono. Beliau adalah dua mahasiswa yang kerap berkeliling Indonesia untuk mengikuti ajang kepenulisan. Dalam berbagi pengalamannya Mbak Yeni dan Mas Ardi memberikan tips dalam lomba menulis, cara menghilangkan ketegangan saat berhadapan dengan juri, serta kiat menjaga semangat dalam menulis. Menurut Mbak Yeni, menulislah terlebih dahulu sambil berpikir, jangan berpikir dulu kemudian menulis, karena berpikir akan memakan waktu yang lama sedangkan action untuk menulis tidak ada. Menurut Mas Ardi, saat memulai menulis harus dikuatkan dulu niatnya karena niat itu yang membawa kita kepada tujuan kita dalam menulis. Jadi, jangan ragu lagi untuk menulis, karena sesungguhnya menulis itu mudah dan menyenangkan.

Mengembangkan Semangat Kepenulisan Melalui Workshop of Economic 2012 (WE)


Workshop of Economic 2012 (WE)

            Bertempat di Gedung D Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya, pada Sabtu (12/5) berlangsung acara Workshop Of Economic. Acara yang mengusung tema “Mengembangkan Semangat Kepenulisan dalam Era Ekonomi Global” merupakan acara yang diselenggarakan oleh Lingkar Studi Mahasisiwa Ekonomi dan Bisnis (LSME) FEB UB.  “Workshop ini bertujuan untuk memberi pengetahuan bagaimana cara menulis yang baik dan benar, sehingga harapannya ketika selesai terlaksananya acara ini para peserta mampu menuangkan ide menulis dalam sebuah karya,” ungkap Azzahra Lesti Pratiwi selaku Ketua Pelaksana. Workshop ini diikuti oleh kurang lebih 40 mahasiswa yang berasal dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya.
            Kegiatan yang merupakan program kerja Departemen Penelitian dan Penalaran LSME ini turut mengundang Aziz Arisudi SE, ME, Phd sebagai pemateri, selain itu juga mengundang Zipo R. Armando, SE dan M.Gandhi Prasetyo Sunarto, SE yang merupakan senior dari LSME. Acaranya yang berlangsung mulai pagi hingga tengah hari ini diawali oleh sambutan Ketua Umum LSME, Asmaul Janah, kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi pertama oleh Zipo R Armando. Dalam materi tersebut, Zipo menuturkan bahwa hal utama yang berada pada karya tulis meliputi dua hal, yaitu konsep dan ide. Hal tersebut disebabkan karena konsep dan ide merupakan fondasi dalam penulisan, selain juga diperlukan sistimatka penulisasn yang tepat. Pada penyampaikan materinya, Zipo juga mengadakan simulasi singkat mengenai cara penggalian ide dengan mendiskripsikan suatu objek kepada peserta workshop.
            Sesi selanjutnya dari workshop ini adalah penggalian ide sekaligus mencari sumber-sumber referensi yang digunakan dalam penulisan karya tulis. Sesi ini disampaikan oleh Aziz Arisudi, SE, ME, Phd yang merupakan Dosen Jurusan Ilmu Ekonomi yang juga aktif di dunia kepenulisan ilmiah. Dalam penyampaian materinya, beliau menekankan pada pencarian sumber-sumber referensi tidak hanya terpaku oleh text book namun juga dapat berasal dari jurnal atau hasil penelitian-penelitian yang berkaitan dengan tulisan. Selain itu beliau juga memberikan pesan kepada peserta workshop untuk lebih sering menggunakan buku dan referensi ilmiah dalam roses pembuatan karya tulis, jangan hanya terpaku pada kecanggihan media yang ada pada  internet.
            Acara ditutup dengan sesi terakhir yang disampaikan oleh M. Ghandi Prasetyo Suanrto, SE mengenai presentasi dan public speaking. Dalam materinya beliau menyampaikan bahwa cara-cara dalam mengatasi ketakutan ketika berkomunikasi dengan orang banyak meliputi empat hal. Yang pendekatan rasional, mempelajari situasi, mengerti tujuan presentasi, dan melakukan tindakan-tindakan praktis. Pada sesi terakhir workshop ini Gandhi juga mengadakan simulasi ringan terkait dengan praktik presentasi yang bermanfaat baik bagi presentasi di kelas maupun presentasi ketika mengikuti ajang kompetisi.
            Ditemui saat berakhirnya acara, Ketua Umum LSME dan Ketua Pelaksana Workshop Economic 2012, Azzahra Lesti menuturkan bahwa terselenggaranya acara ini adalah sebagai wujud fasilitas LSME untuk mengembangkan iklim kepenulisan di lingkungan FEB. “Dengan harapan bahwa setelah mengikuti kegiatan ini teman-teman FEB bisa lebih produktif lagi dalam menulis”, Ungkap Asmaul Janah. Hal tersebut juga didukung oleh Azzahra bahwa kegiatan ini adalah bentuk pembiasaan penulisan ilmiah bagi kalangan mahasiswa yang diawali oleh pemahaman tentang penulisan dan pengembangan semangat dalam menulis.

Rabu, 26 Oktober 2011

PEDOMAN PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA GAGASAN TERTULIS (PKM-GT)

PKM-Gagasan Tertulis
1. PENJELASAN UMUM
Program Kreativitas Mahasiswa-Gagasan Tertulis (PKM-GT) merupakan salah satu komponen utama PKM-Karya Tulis. PKM-GT merupakan jelmaan logis dari Kompetisi Karya Tulis Mahasiswa (KKTM) setelah diintegrasikan ke dalam program PKM. Bergabungnya KKTM ke dalam PKM memberi konsekuensi tidak terselenggaranya jenjang kompetisiantar wilayah sebagaimana terjadi sebelumnya. Demikian pula pada pembidangan KKTM yang diklasifikasikan secara spesifik ke dalam lingkungan hidup, INTIM, IPA, IPS, Pendidikan dan Seni, ditiadakan. Meskipun demikian, reviewer PKM-GT akan dibagi menurut bidang ilmu (IPA/IPS/PENDIDIKAN dan SENI) dengan sistem kejuaraan tetap tanpa mempertimbangkan bidang ilmu. Oleh karena fokus perhatian pada program PKM adalah kreativitas, sehingga pembatasan-pembatasan atas dasar tema ataupun bidang keilmuan menjadi tidak signifikan. PKM-GT merupakan wahana mahasiswa dalam berlatih menuliskan ide-ide kreatif sebagai respons intelektual atas persoalan-persoalan actual yang dihadapi masyarakat. Ide tersebut seyogyanya unik, kreatif dan bermanfaat sehingga idealisasi kampus sebagai pusat solusi dapat menjadi kenyataan. Sebagai intelektual muda, mahasiswa umumnya cenderung pandai mengungkapkan fakta-fakta sosial, namun melalui PKM-GT, level nalar mahasiswa tidak hanya dituntut sampai sebatas mengekspos fakta tetapi justru harus mampu memberi atau menawarkan solusi. Sebagai salah satu PKM yang ditampilkan dalam PIMNAS, maka tata tertib dan segala sesuatu yang terkait pada persyaratan presentasi diatur tersendiri di dalam Pedoman PIMNAS 2009.

2.PERSYARATAN DAN PETUNJUK PENULISAN PKM-GT
2.1. Persyaratan Administratif
1.      Peserta PKM-GT adalah kelompok mahasiswa yang sedang aktif dan terdaftar mengikuti program pendidikan S1 atau Diploma. Mahasiswa pengusul dapat berasal dari berbagai program studi yang berbeda atau dari satu program studi yang sama, tergantung pada bidang kegiatan yang telah selesai dilaksanakan, namun masih dalam satu perguruan tinggi yang sama. Keanggotaan mahasiswa disarankan berasal dari minimal 2 (dua) angkatan yang berbeda.
2.      Seorang mahasiswa diperkenankan masuk ke dalam kelompok pengusul PKM-GT yang berbeda (lebih dari satu kelompok PKM-GT). Hal ini didasarkan pada kenyataan bahwa artikel PKM-GT dapat ditulis dari berbagai sumber informasi atau inspirasi. Meskipun demikian, mengingat alokasi waktu yang terbatas, harapan terjadinya penyebaran dana secara seimbang, dan terlibatnya sebanyak mungkin mahasiswa, maka seorang mahasiswa hanya dibenarkan mengirimkan sebanyak-banyaknya 2 (dua) artikel PKM-GT, satu sebagai ketua, satu sebagai anggota, atau keduaduanya sebagai anggota kelompok.
3.      Seorang dosen diperkenankan membimbing lebih dari satu kelompok pengusul PKM-GT, dengan jumlah maksimal 5 (lima) kelompok.
4.      Naskah untuk dievaluasi dan artikel ilmiah diserahkan dalam bentuk hardcopy siap terbit (camera ready) serta soft copy dalam CD dengan format Microsoft Word (doc). Foto dan gambar kalau perlu disimpan dalam direktori terpisah (sebagai cadangan) dalam CD. Format gambar yang disarankan adalah JPG, untuk foto bisa berasal dari kamera digital atau hasil digitasi menggunakan scanner. Semua file disimpan dalam sebuah folder/direktori dengan nama folder/direktori mengikuti aturan penamaan sebagai berikut:
PKM-GT-nn-NamaPT-NamaDepanKetua-Judul_3_Kata_Pertama
a.dengan nn : tahun anggaran pendanaan kegiatan NamaPT : Nama
singkatan perguruan tinggi yang biasa digunakan Contoh:
PKM-GT-06-UNIBRAW-Wahyudi-Pengaruh Suhu dan Tekanan-----
PKM-GT-06-UMS-Agung-Ketahanan Masyarakat Terhadap-----
5.      Untuk setiap file yang disertakan, usahakan untuk memberi nama yang menggambarkan isi dari file tersebut.

2.2.Sifat dan Isi Tulisan
Sifat dan isi tulisan harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut.
1.      Kreatif dan Objektif
a)      Tulisan berisi gagasan kreatif yang menawarkan solusi suatu permasalahan yang berkembang di masyarakat.
b)      Tulisan tidak bersifat emosional atau tidak subjektif.
c)      Tulisan didukung data dan/atau informasi terpercaya.
d)     Bersifat asli (bukan karya jiplakan) dan menjauhi duplikasi.
2.      Logis dan Sistematis
a)      Tiap langkah penulisan dirancang secara sistematis dan runtut.
b)      Pada dasarnya karya tulis ilmiah memuat unsur-unsur identifikasi masalah, analisis-sintesis, kesimpulan dan sedapat mungkin memuat saran-saran.
3.      Isi tulisan berdasarkan telaah pustaka atau fiksi-sains
4.      Materi Karya Tulis
Materi yang ditulis tidak harus sejalan dengan bidang ilmu yang sedang ditekuni para penulis/mahasiswa. Kesempatan ini diberikan kepada mahasiswa yang memiliki ide kreatif dan mampu menuangkannya dalam bentuk tulisan, walaupun yang bersangkutan tidak sedang belajar secara formal di bidang tersebut. Materi karya tulis merupakan isu mutakhir atau aktual.

2.3 Petunjuk penulisan/pengetikan
Petunjuk penulisan/pengetikan PKM-GT dan tata bahasa yang digunakan mengikuti ketentuan yang ditetapkan untuk artikel PKM-AI.
Jumlah halaman artikel PKM-GT ditetapkan sebanyak-banyaknya 15 (lima belas) termasuk daftar pustaka dan lampiran (jika diperlukan).

3. RAMBU-RAMBU PENULISAN
3.1.Sistematika Penulisan
Sistematika penulisan hendaknya berisi rancangan yang teratur sebagai berikut .
1.      Bagian Awal
a.      Halaman Judul
1)      Judul diketik dengan huruf besar, hendaknya ekspresif, sesuai dan tepat dengan masalah yang ditulis dan tidak membuka peluang untuk penafsiran ganda.
2)      Nama penulis dan nomor induk mahasiswa ditulis dengan jelas
3)      Perguruan tinggi asal ditulis dengan jelas.
4)      Tahun penulisan
5)      Kulit Muka luar menggunakan plastik transparan berwarna biru muda
b.      Lembar Pengesahan
1)      Lembar pengesahan memuat judul, nama penulis, dan nomor induk.
2)      Lembar pengesahan ditandatangani Dosen Pembimbing, dan Pembantu Rektor/Ketua/Direktur Bidang Kemahasiswaan lengkap dengan stempel perguruan tinggi.
3)      Lembar pengesahan diberi tanggal sesuai dengan tanggal pengesahan.
c.       Kata Pengantar dari penulis
d.      Daftar Isi dan daftar lain yang diperlukan seperti daftar gambar, daftar tabel, dan daftar lampiran.
e.       Ringkasan (bukan abstrak) karya tulis disusun maksimum 1 (satu) halaman yang mencerminkan isi keseluruhan karya tulis, mulai dari latar belakang, tujuan, landasan teori yang mendukung, metoda penulisan, pembahasan, kesimpulan dan rekomendasi.
2.      Bagian Inti
a.      Pendahuluan
Bagian Pendahuluan berisi hal-hal sebagai berikut:
1)      latar belakang yang berisi uraian tentang alasan mengangkat gagasan menjadi karya tulis (dilengkapi dengan data atau informasi yang mendukung),
2)      tujuan dan manfaat yang ingin dicapai.
b.      Gagasan
Uraikan tentang:
1)      Kondisi kekinian pencetus gagasan (diperoleh dari bahan bacaan, wawancara, observasi, imajinasi yang relevan),
2)      Solusi yang pernah ditawarkan atau diterapkan sebelumnya untuk memperbaiki keadaan pencetus gagasan,
3)      Seberapa jauh kondisi kekinian pencetus gagasan dapat diperbaiki melalui gagasan yang diajukan,
4)      Pihak-pihak yang dipertimbangkan dapat membantu mengimplementasikan gagasan dan uraian peran atau kontribusi masing-masingnya,
5)      Langkah-langkah strategis yang harus dilakukan untuk mengimplementasikan gagasan sehingga tujuan atau perbaikan yang diharapkan dapat tercapai,
c.       Kesimpulan
1)      Gagasan yang diajukan,
2)      Teknik implementasi yang akan dilakukan,
3)      Prediksi hasil yang akan diperoleh (manfaat dan dampak gagasan),
3.      Bagian Akhir
a.      Daftar Pustaka ditulis untuk memberi informasi sehingga pembaca dapat dengan mudah menemukan sumber yang disebutkan. Penulisan daftar pustaka mengikuti ketentuan seperti dalam uraian artikel PKM-AI.
b.      Daftar Riwayat Hidup (biodata atau curriculum vitae) peserta mencakup:
·         nama lengkap,
·         tempat dan tanggal lahir,
·         karya-karya ilmiah yang pernah dibuat,
·         penghargaan-penghargaan ilmiah yang pernah diraih.
c.       Lampiran jika diperlukan, seperti: foto/dukumentasi, data dan informasi lainnya yang mendukung isi tulisan.

Penulisan Daftar Pustaka Sistem Harvard (author-date style)
Sistem Harvard menggunakan nama penulis dan tahun publikasi denganurutan pemunculan berdasarkan nama penulis secara alfabetis. Publikasi dari penulis yang sama dan dalam tahun yang sama ditulis dengan cara menambahkan huruf a, b, atau c dan seterusnya tepat di belakang tahun publikasi (baik penulisan dalam daftar pustaka maupun sitasi dalam naskah tulisan). Alamat Internet ditulis menggunakan huruf italic. Terdapat banyak varian dari sistem Harvard yang digunakan dalam berbagai jurnal di dunia.
Contoh :
Buller H, Hoggart K. 1994a. New drugs for acute respiratory distress syndrome. New England J Med 337(6): 435-439.

Buller H, Hoggart K. 1994b. The social integration of British home owners into rench rural communities. J Rural Studies 10(2): 197–210.

Dower M. 1977. Planning aspects of second homes. di dalam Coppock JT (ed.), Second Homes: Curse or Blessing? Oxford: Pergamon Pr. Hlm 210–237.

Grinspoon L, Bakalar JB. 1993. Marijuana: the Forbidden Medicine. London: Yale Univ Press.
Palmer FR. 1986. Mood and Modality. Cambridge: Cambridge Univ Press.

Contoh melakukan perujukan sumber pustaka dalam naskah tulisan :
"Smith (1983) menemukan bahwa tumbuhan pengikat N dapat diinfeksi oleh beberapa spesies Rhizobium yang berbeda”.

"Integrasi vertikal sistem rantai pasokan dapat menghemat total biaya distribusi antara 15% sampai 25 % (Smith, 1949, Bond et al., 1955, Jones dan Green, 1963)."

"Walaupun keberadaan Rhizobium normalnya mampu meningkatkan pertumbuhan kacangkacangan (Nguyen, 1987), namun telah didapat pula hasil yang berbeda bahkan berlawanan (Washington, 1999)."